Solusi parkiran Gunadarma

Solusi parkiran Gunadarma

Kepadatan mulai terasa di universitas gunadarma kampus E, D dan G seiring banyak bertambahnya mahasiswa baru dari tahun ke tahun, contoh saja di lingkungan kampus E, kampus D dan G pun sama tetapi tidak seperti di area kampus E, kepadatan pun sangat terasa sampai ke area parkiran mungkin dikarenakan banyak mahasiswa yang membawa kendaraan pribadi baik motor maupun mobil , yang sangat terlihat menonjol sekali yaitu area parkir sepeda motor dari tahun ke tahun pengguna sepeda motor meningkat sangat pesat bayangkan setiap hari ratusan mahasiswa menggunakan alat transportasi sepeda motor untuk pergi ke kampus dan alhasil lahan parkir yang disediakan pihak kampus pun tidak mampu menampung banyaknya sepeda motor yang dibawa mahasiswa padahal lahan parkir yang disediakan pihak kampus E sudah 5 lantai, itu masih tidak cukup sampai-sampai ada yang parkir motor di depan toilet, di jalan belakang gedung padahal itu buat area mahasiswa berjalan , dan area rumput juga dijadikan lahan parkir sepeda motor karena sudah tidak mampu lagi menampung banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang dibawa oleh mahasiswa.
Solusi untuk mengatasi parkir motor yang penuh mungkin dengan adanya tambahan lahan parkir, Atau ada alternatif membuat sebuah parkir basement di bawah parkiran mobil untuk parkiran darurat saja, tidak parkir yang menyebabkan mengambil banyak lahan contohnya parkirlah motor dengan standart 2 karena jika hanya menggunakan standart 1 banyak sekali lahan yang terpakai, ataupun bila rumahnya dekat sekitaran kampus bisa menggunakan sepeda ke kampus, dan bila yang rumahnya jauh bisa menggunakan alat transportasi umum untuk mengurangi kepadatan di area parkir kampus.

Kemudian menurut opini saya, penyebab lain yang menyebabkan penuhnya lahan parkir Gunadarma akibat mahasiswa yang membawa kendaraan pribadi disebabkan oleh buruknya fasilitas transportasi yang ada di Bandung saat ini. Angkot-angkot yang ada di Bandung kondisinya sudah tidak terawat, suka menaikan penumpang melebihi kapasitasnya hingga membuat penumpang lain tidak nyaman, sering ngetem dalam waktu yang lama, dan menyupir dengan ugal-ugalan. Kemudian untuk ojek, harganya cukup mahal, demikian juga Taksi. Faktor-faktor tersebut yang membuat mahasiswa cenderung menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan transportasi umum.
Solusi bus kampus untuk memecahkan masalah parkiran di Gunadarma menurut saya merupakan solusi yang cukup baik apabila diimplementasikan dengan baik juga. Hal-hal yang harus diperhatikan agar bus kampus bisa mengakomodir kebutuhan transportasi mahasiswa sehingga tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadi adalah, bisnya harus terawat dan nyaman. Setidaknya memberikan ruang yang cukup luas, kursi yang cukup nyaman untuk duduk, dan dengan ruangan tertutup (menggunakan pendingin ruangan) agar tidak ada yang merokok di dalam bus. Selain itu faktor-faktor terkait dengan kebersihan, ketertiban, dan kedisiplinan di dalam bus perlu diperhatikan. Ada baiknya ada petugas yang menjaga kebersihan, ketertiban, dan kedisiplinan di dalam bus agar seluruh pengguna merasa nyaman menggunakannya. Kemudian perlu dipastikan sebuah metode untuk memastikan bahwa yang naik adalah mahasiswa Gunadarma. Lalu faktor lain yang harus diperhatikan adalah ketetapan waktu dan kedisiplinan dalam menaikan atau menurunkan penumpang. Alasan mengapa mahasiswa malaes menggunakan angkutan umum dikarenakan jadwalnya yang tidak menentu (baik itu waktu tibanya atau waktu berangkatnya). Jika memang akan digunakan bus umum sebagai alat transportasi mahasiswa, ada baiknya diberikan spot-spot tertentu yang memang tempatnya untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Selain itu perlu diberikan waktu yang jelas kapan bus akan datang dan kapan bus akan pergi lagi dari pos tersebut. Lalu tidak boleh ada bus yang menurunkan dan menaikan penumpang sembarangan. Tentu jika kondisi bus sudah disiplin dan tertib, mahasiswa akan menggunakan bus tersebut sebagai alat transportasi mereka. Kemudian faktor ketiga adalah jumlah Armada dari bus tersebut. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah lokasi dan kuantitas penumpang. Perlu diperhatikan bahwa mahasiswa Gunadarma tersebar di daerah Jalan Akses Ui, yang disitu terdapat 3 buah kamppus Gunadarma, dan masih banyak tempat lainnya. Banyak dari tempat tersebut yang tidak memiliki jalan yang cukup untuk bisa agar bisa lewat. Jadi perlu diperhitungkan titik-titik yang strategis agar mahasiswa dapat naik dengan mudah. Tentu jika haltenya berada di posisi yang tanggung atau jauh, mahasiswa juga menjadi malas untuk menggunakan bus tersebut. Lalu perlu diperhatikan juga bagi mahasiswa yang daerah tinggalnya cukup jauh. Bagaimana bus tersebut bisa mengakomodir mereka. Tak hanya itu, terdapat waktu-waktu tertentu dimana trafik mahasiswa yang ke kampus atau pulang dari kampus cukup tinggi. Ada baiknya di trafik-trafik tersebut jumlah armada yang diturunkan ditingkatkan dan frekuensi keberangkatan diperbanyak. Karena akan sangat tidak nyaman jika mahasiswa harus menunggu cukup lama hingga dia mendapatkan jatah kursi di bus. Kemudian di saat trafik senggang, bus harus tetap beroperasi karena bisa saja ada mahasiswa yang kuliah di waktu tersebut atau ingin pulang pada waktu tersebut. Tentu banyak hal yang masih harus kita perhatikan melihat infrastruktur dan tata letak kota Bandung kita yang seperti ini ditambah dengan sinkronisasi dengan jadwal kuliah yang mempengaruhi trafik mahasiswa.
Selain menggunakan bus kampus, Saya memiliki solusi lain yang mungkin bisa membantu mengurangi permasalah lahan parkir Gunadarma. Yang pertama adalah membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Bisa saja dibuat peraturan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa tingkat atas untuk menggunakan kendaraan pribadi dan membuat mahasiswa baru terbiasa untuk menggunakan fasilitas umum. Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa baru untuk berjuang dan berusaha mengingat daya juang mahasiswa baru yang semakin menurun. Untuk mahasiswa yang rumahnya jauh, bisa dibuatkan rekomendasi dengan suatu metode tertentu. Bisa menggunakan stiker yang hanya diberikan kepada mereka yang berhak atau menggunakan KTM sebagai tiket masuk mahasiswa. Solusi kedua adalah dengan membangun gedung parkir. Lahan di parkiran sipil cukup besar untuk bisa dibangun gedung parkir bertingkat agar bisa menampung lebih banyak kendaraan pribadi. Pembangunan lahan parkir juga sangat mungkin untuk dibuat di lapangan Seni Rupa. Keberadaan gedung parkir akan membantu menyelesaikan permasalahan parkiran di Gunadarma yang selalu penuh.

Posted on October 21, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: